Relevansi Bahasa Daerah Tontembon dalam Liturgi Kreatif Minggu Ke-5 di Jemaat Gmim Bukit Zaitun Tewasen Wilayah Amurang IV
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti, mendeskripsi, dan menganalisa Relevansi Bahasa Daerah Tontemboan dalam liturgi kreatif minggu ke-5 di jemaat GMIM Bukit Zaitun Tewasen Wilayah Amurang IV. Masalah yang timbul adalah jemaat sudah mulai lupa dengan Bahasa Tontemboan yang adalah Bahasa Ibu yang menjadi identitas jemaat Bukit Zaitun Tewasen, sehingga penulis ingin melihat relevansi dari Bahasa daerah Tontemboan. Bahasa Tontemboan sebagai unsur penting budaya haruslah tetap diwarikan turun temurun, agar supaya jemaat tetap mengenal. Kemajuan globalisasi dan kemajuan teknologi sekarang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi budaya berbahasa mulai tekikis. Lewat liturgi kreatif menggunakan Bahasa daerah Tontemboan akan memberikan suasan baru bagi jemaat dalam beribadah. Metode penelitian yang digunakan untuk memcahkan masalah adalah penelitian kualitatif dengan tahapan pengumpulan eksplorasi kepustakaan yang teruji secara ilmiah seperti buku dan jurnal, tanpa mengabaikan data lapangan. Pandangan penulis budaya berbahasa Tontemboan adalah kekayaan yang hanya dimiliki suku Tontemboan dan harus kita lanjutkan turun temurun. Menjadi inkulturasi budaya berbahasa Tontemboan menyatu dengan Ibadah, tetapi tetap berjalan sesuai ajaran Firman Tuhan.
This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International
for details please go to Copyright Notice Page
