Pandangan Yohanes Calvin Mengenai Korelasi Antara Justification Dan Sanctification Sebagai Sebuah Pendekatan Membangun Nilai Diri

  • Kevin Wuwung Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Roy Dekky Tamaweol Fakultas Teologi, Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Michael Manumpil Fakultas Teologi, Universitas Kristen Indonesia Tomohon
Kata Kunci: Pembenaran, pengudusan, teologi

Abstrak

Pemahaman terhadap anugerah Allah dalam konteks pembenaran (justification) dan pengudusan (sanctification) menjadi fondasi penting dalam kehidupan iman Kristen, khususnya dalam tradisi teologi Reformed. Calvin menegaskan bahwa pembenaran merupakan karya Allah yang menyatakan manusia berdosa sebagai benar melalui iman kepada Kristus, sedangkan pengudusan adalah proses transformasi hidup yang dikerjakan oleh Roh Kudus sebagai konsekuensi dari iman yang menyelamatkan. Keduanya merupakan aspek yang tak terpisahkan dalam keselamatan, di mana pembenaran memberikan dasar identitas spiritual, dan pengudusan mengarahkan pada pemulihan karakter menurut gambar Allah. Dengan demikian, pemahaman ini menawarkan kerangka teologis yang kokoh dalam membangun nilai diri yang tidak bergantung pada pencapaian duniawi, melainkan berakar pada kasih karunia dan karya pembaruan Allah. Tulisan ini menyoroti relevansi pendekatan Calvin dalam merespons krisis identitas dan pencarian nilai diri dalam konteks kontemporer.

Diterbitkan
2025-07-29
Bagian
Articles