Ecotheology: Integrating Faith, Creation Care, and Contextual Practice in Indonesian Protestant Congregations
Abstrak
Degradasi lingkungan yang kian cepat menuntut respons teologis yang terpadu, sementara model eksisting cenderung memandang persoalan ekologi secara terpisah. Menjawab kebutuhan tersebut, penelitian ini mengembangkan kerangka ekoteologi terintegrasi dengan menggabungkan teologi pengelolaan, kosmoteandris, dan pembebasan ekologis. Menggunakan desain kualitatif multi-metode, peneliti melakukan empat puluh wawancara semi-terstruktur bersama para rohaniwan, pemimpin jemaat, dan peserta program di empat lokasi percontohan; melakukan observasi partisipatif pada ibadah ekoliturgi dan kegiatan pelestarian komunitas; serta menganalisis secara sistematis teks liturgi, kurikulum pelatihan, dan laporan advokasi. Hasil studi menunjukkan bahwa kerangka terpadu ini menumbuhkan ekospiritualitas yang seimbang antara refleksi teologis mengenai keterkaitan Ilahi–ciptaan, praktik liturgi yang mewujud, dan aksi advokasi lingkungan yang transformatif. Bukti empirik memperlihatkan peningkatan komitmen jemaat terhadap inisiatif keberlanjutan—seperti proyek restorasi habitat dan liturgi ramah-lingkungan—tanpa mengorbankan koherensi teologis. Model holistik ini menawarkan paradigma yang dapat direplikasi oleh komunitas iman untuk menyinergikan keyakinan teologis mendalam dengan tindakan konkret dalam merespons krisis lingkungan.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International
for details please go to Copyright Notice Page
