The Kolubung Tradition in West Pangian Village In George Herbert Mead's Theory of Symbolic Interactionism

  • Matulandi Arthur Tewu Fakultas Teologi UKIIT
  • Jeysi Preasilia Paendong Fakultas Teologi, Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Nontje Mery Timbuleng Fakultas Teologi, Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Olga Neltje Komaling Fakultas Teologi, Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Ventje Albert Talumepa Fakultas Teologi, Universitas Kristen Indonesia Tomohon
Kata Kunci: Interaksionisme, Kolubung, Relasi, Sosial

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana makna dari tradisi ini terbentuk melalui interaksi sosial, menggunakan pendekatan teori interaksionisme simbolis George Herbert Mead. Pertanyaan utama yang diajukan adalah bagaimana individu dan masyarakat Desa Pangian Barat mengembangkan makna bersama melalui partisipasi dalam tradisi Kolubung. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi, dengan analisis tematik. Data dikumpulkan dari masyarakat yang terlibat dalam tradisi Kolubung dan dianalisis untuk mengidentifikasi makna sosial yang terbentuk dalam praktik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Kolubung berfungsi sebagai simbol berduka dan sebagai ruang untuk membangun solidaritas sosial serta memperkuat hubungan antar anggota Masyarakat. Temuan ini menunjukkan pentingnya melestarikan tradisi lokal sebagai bagian dari identitas sosial dan solidaritas komunitas, meskipun menghadapi tantangan perubahan. Penelitian ini memperkaya pemahaman tentang peran simbol dalam tradisi lokal dan dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut mengenai peran generasi muda dalam menjaga tradisi ini.

Diterbitkan
2025-07-31
Bagian
Articles