Mission and Creativity: Congregational Song, Localization, and Identity in the Christian Evangelical Church in Minahasa

  • Matt Menger Dallas International University, SIL Global
Kata Kunci: etnodoksologi, formasi teologis, kreativitas, nyanyian jemaat, musik ibadah

Abstrak

Artikel ini mengeksplorasi bagaimana kreativitas dan formasi teologis dan misiologis terjadi melalui nyanyian jemaat dalam Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Pertanyaan utamanya adalah: bagaimana sistem sosial dan teologis mempengaruhi penciptaan nyanyian jemaat dalam konteks GMIM? Dengan pendekatan multidisipliner, studi ini menerapkan Systems Model of Creativity dan Optimal Distinctiveness Theory bersama dengan metode grounded theory yang konstruktivis. Penelitian di lapangan mencakup wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Studi kasus berfokus pada Nyanyikanlah Nyanyian Baru bagi Tuhan (NNBT), sebuah buku nyanyian lokal yang menunjukkan interaksi antara individu kreatif, struktur institusional, serta norma teologis dan budaya. Temuan menunjukkan bahwa lagu jemaat berfungsi sebagai sarana partisipasi teologis dan pembentukan identitas kolektif. Kreativitas tidak muncul secara terpisah, melainkan melalui negosiasi sosial yang menyeimbangkan keterikatan masyarakat dan ekspresi yang khas. Wawasan ini memberikan panduan bagi komunitas Kristen yang ingin membentuk ekosistem kreatif yang membentuk iman, ibadah, dan identitas lokal.

Diterbitkan
2025-07-31
Bagian
Articles