Pendampingan Pastoral Keindonesiaan untuk Keluarga Berduka Berbasis Budaya Mapalus Kedukaan di Jemaat GMIM Imanuel Pinabetengan

  • Tabita Sondakh Bapak Pendeta Dr Ramli Sarimbangun M.Th dan Dewi Puspasari
  • Evalien Dina Yuditraida Turangan Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon
Kata Kunci: Kedukaan, Mapalus, Pendampingan Pastoral Keindonesiaan

Abstrak

Mapalus yang adalah wujud dari nilai filsafat masyarakat Minahasa yaitu Si Tou Tumou Tou yaitu
manusia lahir untuk menjadikan manusia lain. Budaya mapalus juga dilakukan kepada keluarga
berduka. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dan mengkaji pendampingan pastoral
keindonesiaan yang berbasis budaya mapalus. Penulis mengunakan metode deskriptif kualitatif dengan
teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi serta dokumentasi. Pendampingan Pastoral
Keindonesiaan berbasis budaya mapalus sudah dilakukan oleh jemaat GMIM Imanuel Pianbetengan
namun jemaat belum menyadari bahwa yang mereka lakukan adalah pendampingan pastoral
keindonesian. Pendampingan pastoral keindonesiaan berbasis budaya mapalus terdapat nilai-nilai
gotong royong, berbagi rasa, saling menerima dan menghormati, persaudaraan dan solidaritas. Melalui
pendampingan pastoral keindonesiaan yang dilakukan oleh jemaat GMIM Imanuel Pinabetengan maka
keluarga menghibur keluarga berduka sehingga tidak terbelenggu dengan kesedihan dan semangat
menjalani kehidupan.

Diterbitkan
2025-01-30
Bagian
Articles