Ritual Makireno Kakaketi (Mandi Kebal) Di Desa Pananaru Kecamatan Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe

  • Sekri Evan Sandiata Fakultas Teologi Universita Kristen Indonesia Tomohon
  • Helen Gratia Masambe Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon
Kata Kunci: Budaya, Gereja, Makireno Kakaketi, Sangihe

Abstrak

Penelitian ini tidak hanya berfokus pada pelaksanaan ritual Makireno Kakaketi, tetapi juga mengeksplorasi makna, perubahan, dan adaptasi ritual dalam konteks modernisasi dan perubahan sosial yang tengah berlangsung. Pendekatan etnografi digunakan untuk merinci proses pelaksanaan Ritual Mandi Kebal. Hasil penelitian menyoroti kompleksitas dan kekayaan simbolis dalam ritual tersebut, yang mencerminkan hubungan erat antara spiritualitas, kearifan lokal, dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Selain itu, penelitian ini juga menggali peran penting komunitas dalam merawat dan menjaga keberlanjutan Ritual Mandi Kebal sebagai warisan budaya. Adaptasi Ritual Mandi Kebal terhadap perubahan zaman juga menjadi fokus penelitian ini. Dalam menghadapi modernisasi dan globalisasi, masyarakat Desa Pananaru secara unik menyesuaikan ritual mereka tanpa kehilangan esensi dan nilai-nilai tradisional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pelestarian warisan budaya lokal dan juga memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana masyarakat lokal menjaga identitas budaya mereka dalam menghadapi tantangan kontemporer.

Diterbitkan
2024-07-31
Bagian
Articles