NYANYIAN PENYERTAAN ALLAH

Membaca Mazmur 65: 1-14 Dari Perspektif Sosio-Ekologis Sebagai Upaya Membangun Kesadaran Ekologis

  • Sriyuni Pakiding Program Studi Magister Filsafat Keilahian UKDW, Yogyakarta, Indonesia
Kata Kunci: Alam, Ekologi, Hermeneutika, Mazmur

Abstrak

Seluruh ciptaan Allah dapat memuji Allah dengan cara mereka masing-masing, termasuk alam semesta ini. Namun, sayangnya dalam praktek berelasi baik antara sesama manusia maupun antara manusia dan ciptaan yang lain alam mengalami inferioritas oleh dominasi manusia. Perlu kesadaran pada masing-masing manusia bahwa Allah tidak hanya menjadi Sosok yang transenden melainkan juga imanen. Ia hadir dalam di dalam alam namun tidak identik dengan alam. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode tafsir sosio-ekologis berdasarkan prinsip hermeneutik Norman C. Habel untuk membaca teks Mazmur 65:1-14. Dari hasil penelitian teks Mazmur 65:1-14 ditemukan bahwa setiap unsur yang diciptakan oleh Tuhan Allah dalam alam semesta ini memiliki nilai intrinsiknya masing-masing, memiliki tujuan, memiliki suara serta keterkaitan satu dengan yang lain. Suara Alam tidak bisa diabaikan begitu saja dengan menganggap manusia sebagai yang superior. Kesadaran akan keberadaan Tuhan yang imanen dan transenden membuat manusia dan ciptaan yang lain menyadari kemahakuasaan Tuhan yang patut dipuji dan disyukuri.

Diterbitkan
2024-07-31
Bagian
Articles