Perempuan dan Pertumbuhan Gereja dalam Komunitas Kristen mula-mula: Fokus pada Lukas 8:1-3

  • Helen Gratia Masambe Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Rivay Bobby Palempung Fakultas Teologi,Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Ferry Sonny Nixon Lumintang Fakultas Teologi, Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Abstrak

Dalam konteks Minahasa, kaum perempuan telah diberikan kesempatan yang sama dengan laki-laki. Namun demikian, merupakan satu kenyataan yang tidak bisa dipungkiri bahwa perempuan di Minahasa juga menghadapi banyak tantangan. Beberapa Perempuan menjadi obyek kekerasan domestik atau di tempat kerja, korban trafficking, perceraian, marjinalisasi di tempat kerja, dan sebagainya. Ada perempuan yang dipaksa untuk meninggalkan pekerjaan mereka karena tuntutan pernikahan dan kehidupan keluarga. Persoalannya adalah, meskipun masyarakat dan gereja telah menyediakan ruang bagi perempuan untuk memainkan peran aktif dalam pelayanan, beberapa perempuan menolaknya karena alasan budaya dan sosial. Perempuan tidak bisa menggunakan kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuan yang Tuhan telah berikan kepadanya untuk bekerja bersama orang lain dalam pekerjaan misi Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan yang mengikuti Yesus dalam pertumbuhan gereja menurut Lukas 8:1-3. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data dari buku dan jurnal yang akan dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perempuan dapat berpartisipasi aktif dalam pelayanan gereja dengan menggunakan seluruh kapasitas yang mereka miliki. Suatu perubahan pemikiran sangat dibutuhkan juka yang diharapkan adalah perubahan tindakan. Perubahan pemikiran dari para perempuan sendiri untuk bersedia berjuang bagi pembebasan dan perubahan dalam kehidupannya dan kehidupan orang lain melalui misi/pelayanan gereja dan masyarakat.

Kata kunci: Lukas, perempuan, pengikut Yesus, gereja, pelayanan.

Diterbitkan
2025-01-30
Bagian
Articles