Pandangan Yohanes Calvin Tentang Hubungan Gereja dan Politik serta Relevansinya Bagi Jemaat
Abstrak
Artikel ini membahas mengenai hubungan gereja dan politik yang diangkat melalui pandangan Yohanes Calvin. Pandangan ini muncul pada saat Calvin mereformasi Jenewa pada tahun 1536 dan sekembalinya dari strasbourg ke Jenewa di tahun 1541. Kehidupan masyarakat kota Jenewa yang baru terlepas dari Gereja Katolik Roma dan adipati Savoy mengharuskan Calvin untuk menata sistem pemerintahan gereja Jenewa. Gereja dan Politik menurut Calvin adalah sebuah institusi yang didirikan Allah sebagai sarana eksternal. Calvin menekankan keterpisahan antara Gereja dan Politik karena keduanya memiliki tugas yang berbeda, namun keduanya saling melengkapi. Pada intinya, Calvin berpandangan bahwa baik gereja maupun politik, keduanya adalah sarana yang didirikan Allah atau yang Calvin sebut sebagai “wakil-wakil Allah” untuk mengatur perilaku manusia agar sesuai dengan kehendak-Nya.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International
for details please go to Copyright Notice Page
