Perkawinan yang Berkenan: Kajian Hermeneutik Kritik Historis Berdasarkan 1 Korintus 7:1-16 dan Implikasinya Bagi Jemaat
Abstrak
Artikel ini membahas tentang perkawinan dan perceraian. Surat ini ditulis oleh Paulus kepada jemaat di Korintus. Paulus menekankan pentingnya menjaga kekudusan perkawinan dan menghindari percabulan. Ia juga menawarkan solusi bagi pasangan suami istri agar saling menjauh dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, jika terjadi masalah dalam perkawinan mereka. Paulus mengingatkan bahwa perceraian bukanlah jalan keluar. Tulisan yang bertajuk “Perkawinan yang Berkenan kepada Allah” ini mengajarkan sikap saling mengasihi, menghormati, dan menghargai dalam menjalani hubungan keluarga Kristen yang harmonis tetapi juga takut akan Tuhan. Dan mengajak setiap individu, termasuk para jemaat, keluarga suami- istri untuk mengutamakan kepentingan bersama. Dalam konteks jemaat, dengan mengrefleksikan pesan “Perkawinan yang berkenan kepada Allah” dalam praktek kehidupan jemaat dan keluarga , kita dapat menciptakan hubungan keluarga yang lebih harmonis, berorientasi pada pelayanan kasih untuk kesejahteraan bersama.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International
for details please go to Copyright Notice Page
