Kritik Terhadap Krisis Identitas Dampak Relativisme Kebenaran Sebagai Upaya Membentuk Generasi Z Berlandaskan Efesus 5:1-21
Abstract
Hidup sebagai anak-anak terang di tengah keberagaman lingkungan kota Efesus merupakan imbauan Paulus bagi jemaat di sana. Kepada jemaat Efesus Paulus menunjukkan perbedaan hidup dalam terang Kristus dan hidup dalam kegelapan. Penelitian ini mengintegrasikan teks dengan fenomena krisis identitas sebagai upaya untuk membangun identitas Kristen dalam ruang digital. Relativisme kebenaran berdampak pada pembentukan identitas generasi z Kristen, sehingga diperlukan landasan teologis yang kuat sebagai penegasan identitas Kristen. Kajian ini penting untuk dilakukan karena membahas secara eksplisit bagaimana pembentukan identitas generasi z di tengah perkembangan teknologi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif terhadap fenomena relativisme kebenaran pada Efesus 5:1-21 dengan cara sosial scientific criticism memberi kerangka etika Kristen dalam merespons tantangan pembentukan identitas generasi z di era digital. Pada akhirnya artikel ini dapat berkontribusi pada pemahaman yang mendalam tentang identitas Kristen dan rujukan bagi generasi z dalam bersosial dan mengikuti perkembangan zaman.
Copyright (c) 2026 Jerson Labobar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International
for details please go to Copyright Notice Page
