Rekonstruksi Paradigma Politik Bagi Pemimpin Kristen Berbasis Inkarnasi Yesus Kristus
Abstract
Artikel ini berupaya merumuskan ulang paradigma politik Kristen dengan menjadikan doktrin inkarnasi sebagai landasan teologis sekaligus prinsip etis dalam menjalankan kepemimpinan Kristen di ruang publik. Melalui pendekatan hermeneutika kritis terhadap narasi Injil serta teori-teori politik dalam teologi kontemporer, kajian ini menelaah politik Yesus sebagai model yang bersifat kenotik dan profetik yang berakar pada solidaritas Allah terhadap dunia yang penuh luka. Fokus pembahasan diarahkan pada bagaimana keyakinan iman tentang inkarnasi yakni Allah yang menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus dapat menjadi dasar praksis politik yang membela kelompok tertindas, menolak dominasi kekuasaan hegemonik, dan menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah melalui tindakan kasih, keadilan, dan pengorbanan. Temuan utama dari studi ini menunjukkan bahwa politik Yesus tidak dimaksudkan sebagai proyek kekuasaan, melainkan sebagai wujud nyata dari kehadiran Allah yang secara aktif dan transformatif menjawab realitas sosial. Paradigma politik yang berlandaskan inkarnasi ini ditawarkan sebagai solusi teologis dan etis terhadap krisis integritas, spiritualitas, dan relevansi dalam kepemimpinan Kristen di tengah dunia politik modern yang sering kali dicemari oleh korupsi, materialisme, dan sekularisme.
Copyright (c) 2026 Wehena Piarantasya Mengko

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International
for details please go to Copyright Notice Page
