https://ejournal.teologi-ukit.ac.id/index.php/muntep/issue/feedJurnal Teologi: Muntep2026-10-22T03:28:26+00:00Ramli Sarimbangun[email protected]Open Journal Systems<p data-start="0" data-end="542"><strong data-start="0" data-end="26">Jurnal Teologi: Muntep</strong> adalah jurnal akademik yang diterbitkan oleh Fakultas Teologi UKIT, yang berfokus pada kajian teologi, spiritualitas, dan refleksi iman dalam kehidupan jemaat dan masyarakat. Nama <em data-start="207" data-end="215">Muntep</em>, yang dalam bahasa Minahasa berarti <em data-start="252" data-end="259" data-is-only-node="">masuk</em>, melambangkan perjalanan intelektual dan spiritual dalam memahami serta mendalami kebenaran ilahi. Selain itu juga berartimasuk dalam ruang Panggilan Injili secara biblis untuk menjadi berkat dalam ruang berteologi dalam berbagai lintas ilmu teologi yang punyai nilai edukasi bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi di bidang Teologi. Jurnal ini menjadi wadah bagi akademisi, teolog, dan praktisi untuk berdialog secara kritis dan eksploratif mengenai berbagai isu teologi dalam konteks sosial, budaya, dan historis.</p> <p data-start="544" data-end="1028">Jurnal ini mencakup berbagai bidang kajian teologi, termasuk perkembangan teologi dan keagamaan, hermeneutik Perjanjian Lama dan Baru, pendidikan agama Kristen, etika dan praksis Kristen, teologi sistematika, praktik dan konseling pastoral, agama-agama, serta misiologi dan sejarah gereja. Dengan cakupan yang luas, <em data-start="847" data-end="871">Jurnal Teologi: Muntep</em> menghadirkan pemikiran yang mendalam dan analitis, yang tidak hanya bersifat akademis tetapi juga memiliki relevansi bagi kehidupan gereja dan masyarakat.</p> <p data-start="1030" data-end="1399" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Melalui publikasi ini, Fakultas Teologi UKIT berupaya mendorong penelitian yang berkualitas dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu teologi yang kontekstual dan aplikatif. Diharapkan jurnal ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi para peneliti, pendidik, dan praktisi teologi dalam menggali dan memahami lebih dalam dinamika iman Kristen di tengah perkembangan zaman.</p> <div id="simple-translate" class="simple-translate-system-theme"> <div> <div class="simple-translate-button isShow" style="background-image: url('moz-extension://fa4ece91-caa1-4351-af9e-c6f637bce2ff/icons/512.png'); height: 22px; width: 22px; top: 34px; left: -6px;"> </div> <div class="simple-translate-panel " style="width: 300px; height: 200px; top: 0px; left: 0px; font-size: 13px;"> <div class="simple-translate-result-wrapper" style="overflow: hidden;"> <div class="simple-translate-move" draggable="true"> </div> <div class="simple-translate-result-contents"> <p class="simple-translate-result" dir="auto"> </p> <p class="simple-translate-candidate" dir="auto"> </p> </div> </div> </div> </div> </div>https://ejournal.teologi-ukit.ac.id/index.php/muntep/article/view/386Karunia Roh Kudus dan Mukjizat Kesembuhan: Konsep Cessationisme Yohanes Calvin dan Pemaknaannya bagi Jemaat2026-10-22T03:28:26+00:00Andreuw Zefanya Tumewu[email protected]Ekaputra Junior Merentek[email protected]<p>Sebagai gereja yang berakar pada tradisi Reformed-Calvinis, GMIM mewarisi kecenderungan cessationis, namun pemahaman jemaat GMIM Imanuel Makaaroyen terhadap mukjizat kesembuhan justru terpecah: sebagian meyakini karunia kesembuhan masih aktif, sebagian bersandar pada penjelasan medis, dan sebagian lain mencari pelayanan kesembuhan di gereja karismatik karena menganggap GMIM tidak memiliki karunia tersebut. Kesenjangan ini berakar pada lemahnya pemahaman doktrinal jemaat. Penelitian ini mengkaji konsep cessationisme Yohanes Calvin sebagai kerangka analisis untuk membaca pemahaman jemaat terhadap karunia Roh Kudus dalam praktik mukjizat kesembuhan, serta merumuskan pemaknaan teologisnya bagi pembinaan iman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap dua belas informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cessationisme Calvin bertumpu pada keterikatan Roh dan Firman, sementara pemaknaan jemaat bergerak melampaui kerangka tersebut, sehingga ketegangan ini menuntut pembinaan iman yang setia pada Firman sekaligus peka secara pastoral.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi: Muntephttps://ejournal.teologi-ukit.ac.id/index.php/muntep/article/view/433Teologi Komparatif dan Dikotomi Kendali: Jembatan dari Ajaran Hindu menuju Area Kesesuaian dengan Pengajaran Kristen2026-10-22T03:28:26+00:00Rendy Panambunan[email protected]Bella Andemora[email protected]<p style="text-align: justify;"><span lang="IN" style="font-size: 11.0pt; line-height: 115%; font-family: 'Book Antiqua',serif;">Penelitian ini mengeksplorasi model dialog antariman di tengah diversitas religius di Indonesia dengan mengintegrasikan metode Teologi Komparatif dan prinsip filosofis Dikotomi Kendali (Stoikisme). Masalah utama yang ditekankan adalah belum adanya kajian dialogis yang memanfaatkan prinsip etis-filosofis Stoikisme sebagai instrumen untuk mencari titik temu etis antara tradisi Hindu dan Kristen Protestan tanpa terjebak dalam sinkretisme doktrinal. Melalui metode kualitatif yang memadukan studi lapangan eksploratif (wawancara pandita) dan studi literatur teologis, draf argumen disusun secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan adanya korespondensi nilai yang signifikan antara doktrin “kebebasan memilih” dalam Hindu dan konsep ketaatan volisional dalam teologi Reformed Kristen. Keduanya mengerucut pada prinsip Dikotomi Kendali: memfokuskan energi pada aspek internal yang dapat dikendalikan (ketaatan personal) dan menyerahkan aspek eksternal yang di luar kendali (respons pihak lain dan pertobatan) kepada kedaulatan Ilahi atau hukum universal. Model ini menawarkan paradigma baru bagi moralitas publik yang toleran dan minim konflik di ruang komunal.</span></p>2026-06-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi: Muntephttps://ejournal.teologi-ukit.ac.id/index.php/muntep/article/view/440Sejarah Adat Tulude dalam Perspektif Teologis dan Budaya di Jemaat GMIM Sentrum Talise Wilayah Gabata2026-10-22T03:28:26+00:00Bryan Jacobus[email protected]Soli Deo Gloria Purnama[email protected]Timothy A. D. Turangan[email protected]<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan pelestarian tradisi lokal di tengah arus modernisasi serta adanya pandangan yang memisahkan budaya lokal dan iman Kristen. Penelitian ini bertujuan mengkaji sejarah Adat Tulude dalam perspektif teologis dan budaya di Jemaat GMIM Sentrum Talise Wilayah Gabata, dengan perhatian khusus pada peran generasi muda dalam pelestarian tradisi tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis melalui studi dokumen, observasi, dan wawancara, serta dianalisis menggunakan model sintesis teologi kontekstual Stephen B. Bevans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adat Tulude sebagai tradisi masyarakat Sangihe-Talaud tidak hanya berfungsi sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan, tetapi juga sebagai media inkulturasi iman Kristen melalui integrasi nilai-nilai budaya dan nilai-nilai Kristiani. Keterlibatan generasi muda dalam pelaksanaan Tulude menunjukkan bahwa tradisi ini tetap relevan sebagai sarana pewarisan iman, budaya, dan pembinaan spiritual. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan teologi kontekstual yang inklusif dan relevan bagi kehidupan gereja dan masyarakat.</p>2026-06-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi: Muntephttps://ejournal.teologi-ukit.ac.id/index.php/muntep/article/view/351Model Kepemimpinan yang Melayani dalam Bingkai Teori Robert K. Greenleaf sebagai Upaya Memediasi Konflik Gereja 2026-10-22T03:28:26+00:00Elisabet M. C. Potu[email protected]Ventje Albert Talumepa[email protected]Jelitha Mende[email protected]<table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis model kepemimpinan yang melayani dalam bingkai teori Robert K. Greenleaf sebagai upaya memediasi konflik gereja. Kepemimpinan yang otoriter pada akhirnya berujung pada pengambilan Keputusan yang tidak mempertimbangkan kepentingan Bersama sehingga melahirkan konflik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian pustaka (<em>library research</em>) melalui kajian terhadap buku, jurnal ilmiah, dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan mampu menciptakan komunikasi yang terbuka, membangun empati, mendorong dialog, dan memulihkan relasi antarjemaat. Prinsip-prinsip <em>servant leadership</em> Greenleaf memberikan landasan yang efektif bagi pemimpin gereja dalam memediasi konflik secara restoratif sehingga memperkuat persatuan, meningkatkan partisipasi jemaat, dan mendukung terciptanya pelayanan gereja yang lebih harmonis.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-06-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi: Muntephttps://ejournal.teologi-ukit.ac.id/index.php/muntep/article/view/412Rekonstruksi Makna Musik Gereja dalam Pandangan Jeremy Begbie di Tengah-Tengah Petugas Musik2026-10-22T03:28:26+00:00Indrijayanti Christin Maria Lamera[email protected]Ganny Ricar Sondakh[email protected]Milkha Mariana Ramona Seran[email protected]<p>Penelitian ini bertujuan merekonstruksi makna musik gereja melalui perspektif teologi Jeremy Begbie serta mengkaji bagaimana pemahaman tersebut dapat memperkuat pelayanan para petugas musik di GMIM Musafir Kasurtan Buha. Dengan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam bersama pendeta, penatua, diaken, petugas musik, dan jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan, disiplin, koordinasi, dan kesadaran teologis sangat memengaruhi kualitas musik ibadah dan pengalaman rohani jemaat. Musik gereja tidak sekadar unsur estetika, tetapi medium teologis yang membentuk perjalanan iman melalui waktu, ketegangan, dan harmoni. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi makna musik gereja dapat meningkatkan kompetensi, motivasi, dan tanggung jawab spiritual petugas musik dalam mendukung ibadah yang bermakna.</p>2026-06-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi: Muntep