Teologi Cangkir Kopi: Menciptakan Ruang Ketiga dalam Dimensi Koinonia melalui Perspektif Liquid Church
Abstract
Artikel ini mengembangkan model “Teologi Cangkir Kopi” sebagai pendekatan kontekstual terhadap koinonia dalam ruang ketiga berbasis teologi publik. Penelitian ini menanggapi keterasingan spiritualitas urban di kawasan seperti Flamboyan dengan mereformulasi pendekatan Liquid Church ke dalam praksis yang berakar pada ruang sosial informal seperti warung kopi. Dengan memadukan refleksi teologis, analisis simbolik, dan pendekatan partisipatif-naratif, artikel ini menawarkan sintesis antara spiritualitas publik, simbolisme keseharian, dan jaringan koinonia cair. Simbol cangkir kopi ditafsirkan sebagai ikon baru bagi kehadiran gereja di luar institusi, yang menampung dialog iman dan solidaritas lintas batas sosial. Penelitian ini memperkaya studi teologi publik dan ekklesiologi kontekstual dengan mengartikulasikan perjumpaan iman dalam ruang-ruang non-liturgis yang otentik. Teologi tidak lagi dipahami secara eksklusif dalam ritus atau dogma, melainkan dalam dialog, keramahan, dan perjamuan harian. Pendekatan ini diusulkan sebagai paradigma misi gereja masa kini dalam konteks urban Asia Tenggara.

