Menciptakan Manajemen Gereja Berbasis Kepemimpinan Sahabat

  • Gloria Patrisia Kawatu Fakultas Teologi, Universitas Kristen Indonesia Tomohon
Keywords: Friendship-Based Leadership;, Manajemen Gereja, Gereja Masehi Injili di Minahasa, Teologi Reformed

Abstract

Kepemimpinan gerejawi GMIM mencerminkan ketegangan antara ideal eklesiologis Reformed dan praktik manajerial yang masih hierarkis. Penelitian ini membangun kerangka konseptual friendship-based leadership konstruksi baru yang dibedakan secara tegas dari servant dan relational leadership merancang model implementasi normatifnya dalam struktur Presbiterial-Sinodal GMIM, serta mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi penerapannya. Metode library research dalam paradigma teologi praktika-interdisipliner digunakan melalui analisis tematik-teologis dan wacana hermeneutis. Temuan mengindikasikan bahwa friendship-based leadership, yang berakar pada makna kovenantal philos (Yoh. 15:15) dan doktrin priesthood of all believers tradisi Calvinis, berpotensi mengorientasikan ulang budaya kepemimpinan hierarkis menuju pola dialogis dan partisipatif yang selaras dengan polity GMIM. Kontribusi penelitian ini mencakup distingsi konseptual dari teori mapan, kontekstualisasi dalam polity GMIM, dan integrasi teologi praktika dengan manajemen organisasi. Validasi empiris menjadi keterbatasan yang memerlukan penelitian lapangan lanjutan.

Published
2025-12-30
Section
Articles