Kajian Feminis atas Transformasi Budaya Maso Minta di Tanah Minahasa melalui Lensa Letty M. Russell
Abstract
Penelitian ini menganalisis transformasi tradisi Maso Minta di Minahasa melalui perspektif teologi feminis Letty M. Russell. Pada awalnya, Maso Minta berakar pada nilai kekeluargaan dan solidaritas, namun kini mengalami pergeseran menjadi praktik yang memiliki implikasi ekonomi yang kuat, sehingga menimbulkan persoalan etis, khususnya terkait relasi gender dan posisi perempuan. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengkaji bagaimana perubahan budaya tersebut berpotensi memperkuat ketidakadilan gender. Pemikiran Russell tentang keadilan, koinonia, dan pembebasan digunakan sebagai kerangka analisis kritis untuk menilai apakah tradisi ini masih mencerminkan nilai-nilai Kristiani seperti kasih, kesetaraan, dan kehidupan bersama. Hasil penelitian menunjukkan perlunya reinterpretasi kritis agar Maso Minta tetap memiliki makna spiritual serta relevan dalam konteks masyarakat modern dan mendorong relasi yang lebih adil dan setara

