Karunia Roh Kudus dan Mukjizat Kesembuhan: Konsep Cessationisme Yohanes Calvin dan Pemaknaannya bagi Jemaat
Abstract
Sebagai gereja yang berakar pada tradisi Reformed-Calvinis, GMIM mewarisi kecenderungan cessationis, namun pemahaman jemaat GMIM Imanuel Makaaroyen terhadap mukjizat kesembuhan justru terpecah: sebagian meyakini karunia kesembuhan masih aktif, sebagian bersandar pada penjelasan medis, dan sebagian lain mencari pelayanan kesembuhan di gereja karismatik karena menganggap GMIM tidak memiliki karunia tersebut. Kesenjangan ini berakar pada lemahnya pemahaman doktrinal jemaat. Penelitian ini mengkaji konsep cessationisme Yohanes Calvin sebagai kerangka analisis untuk membaca pemahaman jemaat terhadap karunia Roh Kudus dalam praktik mukjizat kesembuhan, serta merumuskan pemaknaan teologisnya bagi pembinaan iman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap dua belas informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cessationisme Calvin bertumpu pada keterikatan Roh dan Firman, sementara pemaknaan jemaat bergerak melampaui kerangka tersebut, sehingga ketegangan ini menuntut pembinaan iman yang setia pada Firman sekaligus peka secara pastoral.

