Meninjau Kembali Ekologi Antroposentris Dalam Pertambangan Emas di Tinerungan Melalui Perspektif Ekoteologi
Abstract
Penelitian ini mengkaji dampak ekologis dan sosial aktivitas pertambangan emas di Tinerungan, Kelurahan Pinasungkulan, Kota Bitung, melalui perspektif ekoteologi kontekstual. Aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT MSM dan PT TTN menimbulkan berbagai dampak negatif, termasuk degradasi lingkungan, konflik sosial, dan ketimpangan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara terhadap sepuluh informan masyarakat Tinerungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma antroposentris yang menempatkan alam sebagai objek eksploitasi menjadi akar persoalan ekologis dan sosial. Berangkat dari temuan tersebut, penelitian ini tidak hanya menerapkan perspektif ekoteologi, tetapi juga menawarkan elaborasi etika ekologis Kristen berbasis pengalaman lokal masyarakat terdampak. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model ekoteologi kontekstual yang berakar pada realitas sosial ekologis masyarakat Tinerungan. Penelitian ini membangun kerangka etika yang menempatkan keadilan ekologis sebagai konsekuensi iman kepada Allah Pencipta, sehingga pemulihan lingkungan dipahami sebagai tanggung jawab spiritual dan moral masyarakat serta gereja.

