Sebuah Upaya Mentransformasi Relasi Dalam Konflik Melalui Kerangka Pikir John Howard Yoder

  • Eduward Berhimpon Program Studi Pascasarjana Fakultas Teologi UKI Tomohon
  • Marhaeni Luciana Mawuntu Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon
  • Ramli Sarimbangun Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon
Keywords: Gereja, Konflik, Rekonsiliasi

Abstract

Teologi konflik menurut John Howard Yoder merupakan suatu pendekatan radikal terhadap kekerasan dan kekuasaan, yang berpijak pada teladan hidup dan ajaran Yesus Kristus. Yoder menolak legitimasi kekerasan dalam bentuk apa pun, termasuk kekerasan negara, dan menekankan bahwa komunitas Kristen dipanggil untuk menjadi alternatif politik yang mencerminkan kerajaan Allah—yakni komunitas yang mempraktikkan kasih, pengampunan, dan rekonsiliasi. Melalui karya utamanya The Politics of Jesus, Yoder menunjukkan bahwa jalan salib bukan hanya jalan keselamatan spiritual, tetapi juga merupakan strategi etis dan sosial dalam menghadapi konflik. Bagi Yoder, konflik tidak dihindari, tetapi direspons dengan kesetiaan kepada etika Injil yang menolak dominasi dan kekuasaan koersif. Dalam konteks ini, gereja berfungsi sebagai saksi profetik yang menunjukkan cara hidup damai di tengah dunia yang penuh kekerasan. Teologi konflik Yoder menawarkan kerangka berpikir yang relevan bagi upaya resolusi konflik kontemporer, baik dalam ranah sosial, politik, maupun antaragama.

Published
2025-09-30