Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup Sebagai Dasar Penting dalam Peran Apologetika Masa Kini
Abstract
Artikel ini menjelaskan tentang "Ego Eimi" (Ἐγώ εἰμι) dalam Injil Yohanes, khususnya frasa "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup" (Yohanes 14:6), sebagai bagian integral dari Kristologi dan teologi Injil Yohanes. Disertasi ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna teologis dari pernyataan Yesus tersebut dalam konteks kitab Yohanes, serta implikasinya bagi pemahaman identitas dan karya Kristus. Pendekatan yang digunakan adalah eksegese, analisis linguistik, dan tinjauan naratif dan pendekatan dogmatis terhadap frasa Akulah jalan dan kebenaran dan hidup" dalam Injil Yohanes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup" tidak hanya menyatakan eksklusivitas jalan keselamatan melalui Kristus, tetapi juga memperlihatkan kesatuan ontologis antara Yesus dan Allah. Pernyataan ini mencerminkan kesinambungan dengan teofani dalam Perjanjian Lama (misalnya, Keluaran 3:14) serta mempertegas bahwa Yesus sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia. Dengan demikian, teologi "Ego Eimi" menjadi pusat pemahaman kristologis dalam Injil Yohanes karena memiliki makna teologi yang sangat tinggi dan mendalam.
Copyright (c) 2025 Jurnal Teologi: MUNTEP

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

