Meningkatkan Intensitas Religiusitas Pemuda Gereja Melalui Pemaknaan Ibadah Menurut Yohanes Calvin
Abstract
Penelitian ini mengkaji pandangan Yohanes Calvin tentang ibadah serta kontribusinya dalam meningkatkan religiusitas pemuda di gereja masa kini. Calvin menekankan bahwa ibadah sejati berpusat pada kemuliaan Allah, didasarkan kebenaran firman, kesederhanaan, dan kesalehan sejati. Dalam kerangka teologi Reformed, ibadah bukan sekedar ritual, melainkan respons iman terhadap anugerah Allah melalui pemberitaan firman, doa, nyanyian rohani, dan sakramen yang dilakukan secara benar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan wawancara, dengan literatur yang relevan terhadap pemikiran Calvin dan konteks peningkatan religiusitas pemuda masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadah yang berpusat pada firman memperdalam pemahaman iman, memperkuat religiusitas dan menjauhkan pemuda dari ibadah yang hanya sekedar memperlihatkan ekspresi emosional yang dangkal tanpa pemahaman teologis yang benar. Dengan demikian, prinsip ibadah menurut Calvin memiliki relevansi teologis dan praktis dalam pembinaan spiritualitas pemuda serta konsep ibadah masa kini di era digital.
Copyright (c) 2025 Jurnal Teologi: MUNTEP

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

