Mencapai Rekonsiliasi Dalam Konflik Melalui Kajian Hermeneutik Kejiadian 32-33 dan Pemaknaannya bagi Jemaat Masa Kini
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan prinsip-prinsip teologis rekonsiliasi berdasarkan analisis naratif terhadap Kejadian 32–33 serta menafsirkan relevansinya bagi kehidupan jemaat masa kini yang sering kali menghadapi berbagai konflik. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutik naratif untuk menafsir yang dimulai dari Alur, tokoh, tempat, waktu, gaya, narator dan makna teologis narasi Kejadian 32–33. Hasil penelitian menunjukkan beberapa prinsip penting mengenai rekonsiliasi dalam Kejadian 32-33, antara lain: Kerendahan hati, mengakui kesalahan, tindakan etis dan pengampunan, yang diwujudkan dalam relasi antar-saudara di bawah kedaulatan Allah. Rekonsiliasi dalam Kejadian 32-33 bukan hanya sekadar pertemuan fisik antara Yakub dan Esau, tetapi juga transformasi hati yang memungkinkan mereka untuk membangun kembali hubungan yang rusak. Yakub menunjukkan etika kerendahan hati sebagai dasar terjadinya rekonsiliasi dengan Esau yang menampilkan dimensi etis dan spiritual dari perdamaian dalam perspektif teologi Perjanjian Lama.
Copyright (c) 2025 Jurnal Teologi: MUNTEP

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

