https://ejournal.teologi-ukit.ac.id/index.php/educatio-christi/issue/feedEducatio Christi2026-03-27T07:04:50+00:00Ramli Sarimbangun[email protected]Open Journal Systems<p><strong>Educatio Christi</strong> adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teologi Program Universitas Kristen Indonesia Tomohon, yang hadir untuk mendukung pengembangan studi teologi dan pendidikan Kristen dalam konteks akademik. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali setahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli, dan menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, praktisi, serta mahasiswa untuk menyampaikan hasil kajian, penelitian, dan inovasi ilmiah dalam bidang teologi dan pendidikan agama Kristen.</p> <p>Jurnal <strong>Educatio Christi</strong> memuat artikel-artikel yang mencakup berbagai pendekatan dalam teologi dan pendidikan Kristen, baik berupa ringkasan penelitian empiris maupun kajian pustaka. Setiap tulisan yang dipublikasikan wajib mengikuti format penulisan ilmiah yang ditetapkan oleh redaksi jurnal dan harus merupakan karya asli yang belum pernah dipublikasikan di jurnal lain. Dengan demikian, <em>Educatio Christi</em> menjamin integritas dan kualitas akademik setiap artikel yang diterbitkan.</p> <p>Melalui setiap edisinya, <strong>Educatio Christi</strong> berupaya memperkaya wacana akademik dan menawarkan perspektif baru yang relevan bagi perkembangan teologi dan pendidikan agama Kristen di Indonesia. Jurnal ini diharapkan menjadi sumber referensi dan inspirasi yang berguna bagi komunitas akademik, gereja, dan masyarakat umum yang tertarik dalam pengembangan pemikiran teologis dan pendidikan Kristen yang mendalam, kontekstual, dan berdampak luas.</p> <p> </p>https://ejournal.teologi-ukit.ac.id/index.php/educatio-christi/article/view/341MELAMPAUI SKEPTISISME POLITIK: Politik Yesus Sebagai Model Partisipasi Etis-Transformatif2026-03-27T07:04:22+00:00Yoel Ang[email protected]<p>Skeptisisme politik di Indonesia tumbuh dari korupsi, manipulasi, dan kegagalan moral elit yang memicu apatisme serta merusak kepercayaan publik. Penelitian ini menanyakan: bagaimana model politik Yesus dapat menjadi alternatif partisipasi etis-transformatif untuk melampaui skeptisisme tersebut? Metode yang digunakan ialah kajian kualitatif deskriptif-analitis berbasis studi literatur, dengan analisis isi dan analisis kritis. Refleksi dilakukan melalui pembacaan historis-kontekstual atas praktik sosial-politik Yesus dan sintesisnya ke situasi Indonesia masa kini. Hasilnya menunjukkan bahwa politik Yesus menolak sikap pasif maupun perebutan kuasa sempit, tetapi mendorong keterlibatan konkret berupa solidaritas, kritik ketidakadilan, advokasi bagi yang termarjinalkan, dan pembentukan komunitas alternatif. Secara praktis, model ini menguatkan etika kewargaan, memperluas ruang dialog lintas identitas, serta memulihkan orientasi politik pada kebaikan bersama dalam masyarakat Indonesia kontemporer.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yoel Anghttps://ejournal.teologi-ukit.ac.id/index.php/educatio-christi/article/view/344Kritik Terhadap Krisis Identitas Dampak Relativisme Kebenaran Sebagai Upaya Membentuk Generasi Z Berlandaskan Efesus 5:1-212026-03-27T07:04:08+00:00Jerson Labobar[email protected]<p>Hidup sebagai anak-anak terang di tengah keberagaman lingkungan kota Efesus merupakan imbauan Paulus bagi jemaat di sana. Kepada jemaat Efesus Paulus menunjukkan perbedaan hidup dalam terang Kristus dan hidup dalam kegelapan. Penelitian ini mengintegrasikan teks dengan fenomena krisis identitas sebagai upaya untuk membangun identitas Kristen dalam ruang digital. Relativisme kebenaran berdampak pada pembentukan identitas generasi z Kristen, sehingga diperlukan landasan teologis yang kuat sebagai penegasan identitas Kristen. Kajian ini penting untuk dilakukan karena membahas secara eksplisit bagaimana pembentukan identitas generasi z di tengah perkembangan teknologi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif terhadap fenomena relativisme kebenaran pada Efesus 5:1-21 dengan cara <em>sosial scientific criticism </em>memberi kerangka etika Kristen dalam merespons tantangan pembentukan identitas generasi z di era digital. Pada akhirnya artikel ini dapat berkontribusi pada pemahaman yang mendalam tentang identitas Kristen dan rujukan bagi generasi z dalam bersosial dan mengikuti perkembangan zaman.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jerson Labobarhttps://ejournal.teologi-ukit.ac.id/index.php/educatio-christi/article/view/339Rekonstruksi Paradigma Politik Bagi Pemimpin Kristen Berbasis Inkarnasi Yesus Kristus2026-03-27T07:04:28+00:00Wehena Piarantasya Mengko[email protected]<p>Artikel ini berupaya merumuskan ulang paradigma politik Kristen dengan menjadikan doktrin inkarnasi sebagai landasan teologis sekaligus prinsip etis dalam menjalankan kepemimpinan Kristen di ruang publik. Melalui pendekatan hermeneutika kritis terhadap narasi Injil serta teori-teori politik dalam teologi kontemporer, kajian ini menelaah politik Yesus sebagai model yang bersifat kenotik dan profetik yang berakar pada solidaritas Allah terhadap dunia yang penuh luka. Fokus pembahasan diarahkan pada bagaimana keyakinan iman tentang inkarnasi yakni Allah yang menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus dapat menjadi dasar praksis politik yang membela kelompok tertindas, menolak dominasi kekuasaan hegemonik, dan menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah melalui tindakan kasih, keadilan, dan pengorbanan. Temuan utama dari studi ini menunjukkan bahwa politik Yesus tidak dimaksudkan sebagai proyek kekuasaan, melainkan sebagai wujud nyata dari kehadiran Allah yang secara aktif dan transformatif menjawab realitas sosial. Paradigma politik yang berlandaskan inkarnasi ini ditawarkan sebagai solusi teologis dan etis terhadap krisis integritas, spiritualitas, dan relevansi dalam kepemimpinan Kristen di tengah dunia politik modern yang sering kali dicemari oleh korupsi, materialisme, dan sekularisme.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Wehena Piarantasya Mengkohttps://ejournal.teologi-ukit.ac.id/index.php/educatio-christi/article/view/332Analisis Penggunaan Teknologi Digital sebagai Sarana Pembinaan Warga Gereja di Tengah Era Society 5.02026-02-10T15:42:11+00:00Alvin Ranteallo[email protected]Prionaray Bram M[email protected]<p>Perkembangan teknologi digital terkhusus di tengah era Society 5.0 mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia. Salah satunya yang terpengaruh adalah gereja, gereja sebagai bagian dari aspek sosial harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Dalam era Society 5.0 gereja harus memikirkan bagaimana pemanfaatan teknologi digital sebagai saran penunjang pelayanan. Terkhusus dalam tulisan ini mencoba untuk menganalisis penggunaan teknologi digital dalam melakukan pembinaan warga gereja. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan kajian kepusatakaan. Hasil dari tulisan ini menemukan bahwa pembinaan warga gereja dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital seperti Artificial Intelegensi (AI) dan platftom komunikasi seperti zoom, whatsapp, dll. dan pemanfaatan media sosial dengan tujuan membawa jemaat untuk lebih menumbuhkan dan memperkuat iman kepada kristus.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Alvin Ranteallo, Prionaray Bram Mhttps://ejournal.teologi-ukit.ac.id/index.php/educatio-christi/article/view/315Transformasi Spiritual dalam Era Media Teknologi: Kajian Religi Melalui Pendekatan Pascahumanisme2026-03-27T07:04:42+00:00Costantinus Ponsius Yogie Mofun[email protected]<p>Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji peran agama merespons perkembangan media teknologi yang semakin masif di abad ke-21. Perkembangan ini ditandai oleh munculnya berbagai wacana yang menekankan subjektivitas dan agensi, tidak hanya pada manusia, tetapi juga pada entitas non-manusia. Dalam konteks tersebut, kemajuan teknologi kerap memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana aspek religius dan spiritual dimaknai serta disikapi. Kajian ini berangkat dari pertanyaan tentang bagaimana tarnsformasi spiritualitas dapat dipahami sebagai relasi yang bersifat agensial antara manusia dan non-manusia. Tujuannya adalah menganalisis sejauh mana kajian religi dan media teknologi dapat dimaknai sebagai hubungan relasional yang membentuk transformasi spiritual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis tekstual dan visual. Data utama meliputi analisis film <em>Avatar</em>, wacana pascahumanisme, serta kajian religi dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama dan teknologi merupakan dua aspek yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan, serta membuka pemahaman baru tentang spiritualitas sebagai relasi agensial yang melampaui hubungan antarmanusia.</p>2026-01-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Costantinus Ponsius Yogie Mofunhttps://ejournal.teologi-ukit.ac.id/index.php/educatio-christi/article/view/352Pelabelan Karakter sebagai Mekanisme Pertahanan: Analisis Psikologis-Teologis Hambatan Metanoia dalam Konflik Relasional Gereja2026-03-27T07:04:01+00:00Wennar[email protected]Juliana Hindradjat[email protected]<p>Konflik relasional merupakan realitas yang tidak terpisahkan dari kehidupan komunitas gereja, namun konflik gerejawi kontemporer semakin ditandai oleh praktik pelabelan karakter berbasis istilah psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pelabelan karakter berfungsi sebagai mekanisme pertahanan diri yang menghambat proses metanoia, yang dipahami sebagai transformasi rohani dalam iman Kristen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis dan interdisipliner yang memadukan psikologi dan teologi pastoral, serta diposisikan sebagai kajian konseptual-reflektif berbasis kepustakaan. Data diperoleh dari literatur akademik berupa buku dan artikel jurnal bereputasi yang relevan dengan konflik gerejawi, mekanisme pertahanan diri, dan teologi pertobatan . Analisis bertumpu pada teori mekanisme pertahanan diri, khususnya konsep proyeksi, serta teologi <em>metanoia</em> sebagai kerangka teologis utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelabelan karakter berfungsi sebagai benteng pertahanan ego yang mengalihkan konflik dari refleksi diri menuju pembenaran diri, sehingga melemahkan relasi pastoral dan menghambat pertobatan serta pertumbuhan rohani komunitas gereja.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Wennar, Juliana Hindradjathttps://ejournal.teologi-ukit.ac.id/index.php/educatio-christi/article/view/342Pendidikan Pastoral Berbasis Reoriented Literacy dalam Meningkatkan Spiritualitas dan Produktivitas Mahasiswa di Era Artificial Intelligence2026-03-27T07:04:15+00:00George Bright Winowatan[email protected]<p>Kemajuan teknologi melalui <em>artificial inte</em><em>l</em><em>ligence</em> menunjukan adanya kemudahan sekaligus peluang terjadinya masalah belajar pada mahasiswa, maka penelitian ini hendak menganalisis secara mendalam kondisi krisis literasi yang diakibatkan oleh ketergantungan terhadap teknologi AI, dampak lanjutan yang paling jelas terlihat adalah degradasi nilai spiritualitas dan penurunan produktivitas pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan langkah-langkah penelitian yaitu wawancara kapada 17 sampel, <em>focus group discusion</em> secara umum untuk menentukan sampel serta observasi yang dilakukan di fakultas Teologi UKIT. Hasil penelitian ini hendak menawarkan pendekatan pendidikan pastoral integratif berbasis <em>reoriented literacy</em> dengan tujuan utama yaitu membangun daya kritis mahasiswa dalam mengakses serta mengolah informasi yang juga akan berdampak pada spiritualitas dan produktivitas mahasiswa.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 George Bright Winowatanhttps://ejournal.teologi-ukit.ac.id/index.php/educatio-christi/article/view/329Politik Identitas dan Pengaburan Dialog Antaragama di Media Sosial melalui Analisis Live TikTok2026-03-27T07:04:35+00:00Jeremy Lodewyk Frans Pangemanan[email protected]<p>Fenomena politik identitas di era digital memengaruhi pola interaksi dan dinamika dialog keagamaan. Penelitian ini menganalisis bagaimana makna dialog antaragama mengalami pengaburan melalui studi kasus siaran langsung TikTok Elia Myron, dengan memanfaatkan teori tindakan komunikatif Jürgen Habermas serta teori identitas sosial dari Tajfel, Turner, dan Castells. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media sosial, meskipun menyediakan ruang baru bagi perjumpaan lintas iman, justru sering memperdalam polarisasi melalui bias ingroup–outgroup, prasangka sosial, dan klaim kebenaran eksklusif. Interaksi daring yang diamati kerap tidak memenuhi prinsip komunikasi ideal Habermas, seperti kesetaraan partisipasi, kebebasan dari dominasi, dan ketulusan dalam argumentasi. Agama dalam konteks digital tampak ambivalen: dapat menjadi sumber perdamaian, namun juga mudah dijadikan alat konflik identitas. Studi ini menegaskan urgensi etika komunikasi yang membebaskan untuk mengelola dialog antaragama di ruang digital. Praktik komunikasi inklusif dan rasional diperlukan guna membangun ruang publik daring yang dialogis, toleran, dan berorientasi pada perdamaian.</p>2026-01-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jeremy Lodewyk Frans Pangemananhttps://ejournal.teologi-ukit.ac.id/index.php/educatio-christi/article/view/343Medical Tourism dan Partisipasi dalam Missio Dei: Kajian Teologi Misi Christopher J. H. Wright2026-03-27T07:04:50+00:00Erika Kaligis[email protected]<p>Penelitian ini menelaah <em>medical tourism</em> sebagai fenomena kontemporer yang diletakkan dalam kerangka <em>Missio Dei </em>melalui lensa teologi misi Christopher J. H. Wright. Di tengah dominasi kajian ekonomi, manajerial, dan kebijakan publik, penelitian ini berupaya mengisi celah teologis dengan menafsirkan wisata medis sebagai bentuk partisipasi nyata manusia dalam misi Allah. Kajian ini menggunakan metode penelitian pustaka, melakukan dialog kritis antara sumber-sumber teologis dan data interdisipliner. Temuan penelitian menunjukkan bahwa <em>medical tourism</em> dapat dikonstruksi secara teologis sebagai wujud keterlibatan manusia dalam karya penyelamatan Allah yang holistik menyentuh dimensi fisik, sosial, sekaligus spiritual. Tapi juga merupakan fenomena yang ambivalen, dengan menghadirkan tantangan etis dan teologis yang perlu dikritisi. Artikel ini diharapkan memperkaya diskursus teologi misi dalam menjawab dinamika pelayanan kesehatan global kontemporer.</p>2026-01-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Erika Kaligis